PARADE KUDA SANDELWOOD DI PULAU SUMBA

Masyarakat pemilik kuda mengikuti Parade 1001 Kuda Sandelwood di Kota Waibakul, Sumba Tengah, NTT
Masyarakat pemilik kuda mengikuti Parade 1001 Kuda Sandelwood etape ketiga di kota Waikabubak, Sumba Barat, NTT
Seorang pria mengenakan baju bertuliskan Festival Sandelwood Parade 1001 Kuda di Kota Waibakul, Sumba Tengah, NTT
Sejumlah penunggang kuda berkumpul di lapangan Rotiwoya saat dilaksanakannya Parade 1001 Kuda Sandelwood di Kota Waibakul, Sumba Tengah, NTT
Dua ekor kuda Sandelwood melintas di depan panggung kehormatan yang ditempati oleh Presiden Joko Widodo dan rombongan di Kota Waetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT
Hiasan di kaki kuda yang digunakan untuk memperindah kuda saat Parade 1001 Kuda Sandelwood di Kota Waibakul, Sumba Tengah, NTT
Seorang joki menunggang kudanya sambil membawa seekor anjing saat Parade 1001 Kuda Sandelwood di Kota Waetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT
Kuda Sandelwood bersama jokinya menari-nari saat Parade 1001 Kuda Sandelwood di Kota Waibakul, Sumba Tengah, NTT
Seorang Joki mencium kudanya usai Parade 1001 Kuda Sandelwood di Kota Waetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT
Seorang perajin menenun tenun ikat bergambar kuda di Rumah Adat Raja Prailiu, Sumba Timur, NTT.

"Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh, sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua dan bola api, merah padam membenam di ufuk teduh".

Demikianlah sepenggal puisi karya Taufik Ismail seorang penyair serta sastrawan Indonesia yang sangat mencintai pulau Sumba yang mempunyai keunikan akan kuda Sandelwood-nya.

Selama sepekan penuh sejak tanggal 4-13 Juli 2017 Pemerintah Nusa Tenggara Timur menggelar even Parade 1001 Kuda Sandelwood di Empat kabupaten berbeda di pulau Sumba.

Parade 1001 Kuda Sandelwood digelar di pulau itu dalam rangka memperkenalkan potensi kuda Sandelwood yang mulai hilang namanya dan juga dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT khususnya pulau Sumba.

Ratusan kuda dihias sedemikian rupa sehingga terlihat indah dipandang mata. Selain itu para Jokinya juga mengenakan pakaian adat, disertai dengan parang khas Sumba yang disebut dengan Katopo.

Jumlah Parade 1001 Kuda Sandelwood di setiap Kabupaten jumlahnya mencapai 250 ekor kuda. Berbeda dengan di saat penutupan Parade Kuda Sandelwood yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo bersama ibu negara Iriana Jokowi.

"Saya berharap agar parade ini tetap dijaga karena ini merupakan kegiatan unik yang dapat mendatangkan banyak wisatawan ke daerah ini," kata Jokowi saat menghadiri Parade 1001 Kuda Sandelwood di Sumba Barat Daya.

Masyarakat di daratan pulau Sumba kehidupannya tidak pernah terlepas dari kuda. Kuda yang berada di Sumba adalah kuda jenis Sandelwood yang hanya berada di pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Kuda bagi masyarakat Sumba mempunyai peranan besar dalam seluruh siklus kehidupan masyarakat di daerah itu, baik itu sejak lahir hingga meninggal dunia.

Budayawan dari Sumba Pater Robert Ramone, CSsR mengatakan jika dilihat dari kebutuhan khususnya dalam bidang transportasi, kuda sering digunakan atau dimanfaatkan untuk mengantar berbagai hasil pertanian untuk dijual di pasar atau di perkotaan.

Di samping itu, menurut pria pendiri dan pengelola rumah budaya Sumba ini, dalam hal pernikahan kuda menjadi mahar atau mas kawin yang dibayarkan oleh pihak pria kepada pihak wanita. Kuda juga disimbolkan sebagai yang perkasa dan tangguh.

Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang-orang Sumba khususnya para raja di daerah itu selalu mempunyai kuda karena menunjukkan ketangguhan dan kewibawaan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Foto dan Teks: Kornelis Kaha

Disiarkan 29/7/2017 18:0 WIB | Dilihat 1012 kali