ARMENIA, NEGERI SEJUTA BIARA

Biara Khor Virap dengan latar belakang Gunung Ararat.
Lukisan Santo Gregory Sang Pencerah (St Gregory the Illuminator) yang berada di penjara bawah tanah sedalam 8 meter di Biara Khor Virap.
Penjara bawah tanah Santo Gregory Sang Pencerah di Biara Khor Virap.
Biara Novarank yang dibangun pada abad ke-13, Biara atau Monasteri Novarank yang dalam bahasa Armenia berarti biara baru.
Sejumlah anak sekolah dasar berfoto bersama di anak tangga Biara Novarank.
Jemaat membakar lilin sebelum berdoa di Biara Novarank.
Biara Haghpat, juga dikenal sebagai Haghpatavank adalah sebuah kompleks biara abad pertengahan didirikan oleh Ratu Khosrovanuysh, istri raja Ashrat III Bagratid, sekitar tahun 976.
Kuil Garni yang didirikan untuk didedikasikan kepada dewi matahari Mythra, kuil bergaya Yunani dari abad pertama.
Suasana jemaat usai ibadah di Etchmiadzin Catedral, yang dibangun pada awal abad ke-4, terletak di kota Vagharsapat, Armenia.
Paduan suara jemaat saat ibadah di Katedral Saint Sarkis, di Yerevan, Armenia.
Suasana ibadah di Katedral Saint Sarkis, di Yerevan, Armenia. Saint Sarkis adalah tempat Keuskupan Kepausan Araratian di Gereja Apostolik Armenia yang dibangun pada tahun 1842, di tepi kiri Sungai Hrazdan di Distrik Kentron, Yerevan.
Biara Sanahin dibangun pada abad ke-10, terletak di Provinsi Lori, Armenia.
Seorang wanita memperlihatkan lukisan Biara Sanahin di halaman luar biara itu, lukisan tersebut dijual kepada wisatawan yang datang ke Biara Sanahin.
Biara Sevanavank yang terletak berdekatan dengan daerah wisata Danau Sevan yang berada sekitar 62 km dari kota Yerevan.
Biara Tatev terlihat dari kejauhan.
Katedral Zvartnots secara harfiah 'katedral surgawi malaikat' adalah katedral Armenia tipe tetraconch yang dirancang abad ke-7 yang dibangun oleh ordo Catholicos Nerses the Builder dari tahun 643-652.

Pada 301 Masehi, Raja Tiridates III Yang Agung memproklamirkan Kristen sebagai agama resmi negara di seluruh wilayah kekuasaannya dan membuat Armenia menjelma sebagai negara (kerajaan) Kristen pertama di dunia, dan sekaligus menghapus agama agama leluhur sebelumnya.

Sosok yang paling berpengaruh atas keputusan itu adalah Santo Gregory Sang Pencerah (St Gregory the Illuminator), sosok yang justru sebelumnya dipenjara sang raja karena menolak untuk memeluk agama leluhur. Gregory Sang Pencerah berhasil menyembuhkan penyakit raja setelah dibebaskan dari penjara selama 13 tahun di Biara Khor Virap, sebuah penjara bawah tanah di dekat kota Artashat.

Tiridates III kemudian meminta agar dibaptis masuk Kristen beserta seluruh bangsawan istana serta memproklamirkan Kristen menjadi agama resmi. Setahun kemudian Gregory Sang Pencerah ditunjuk sebagai pemimpin agama Kristen di Gereja Apostolik Armenia.

Saat ini biara Khor Virap adalah salah satu pemandangan favorit bagi wisatawan di Armenia dengan latar belakang Gunung Ararat yang memanjakan mata. Penduduk lokal percaya bahwa gunung Ararat melindungi biara tersebut dari gempa bumi yang dulu pernah melanda.

Khor Virap yang dalam bahasa Armenia berarti penjara bawah tanah, merupakan kompleks biara yang lokasinya paling dekat dengan perbatasan Turki. Dari kompleks itulah, pemandangan Gunung Ararat yang sebagian puncaknya selalu diselimuti salju abadi menjadi simbol bagi negara Armenia, terlihat dengan jelas.

Meski berada di wilayah Turki, Gunung Ararat sudah menjadi simbol negara Armenia dan hampir seluruh kegiatan masyarakat selalu dihubungkan dengan gunung yang dianggap keramat itu.

Menurut sejarah, kompleks biara atau gereja lebih dari sekadar tempat ibadah, namun juga berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan, dimana mereka yang sedang menimba ilmu harus dilindungi dari serangan luar.

Biara menarik lainnya adalah kompleks biara Novarank yang dibangun pada abad ke-13 terletak 122 km dari Yerevan dan berada di lembah Sungai Amaghu, dekat kota Yeghegnadzor.

Saat itu suasana di kompleks biara tersebut tampak hiruk-pikuk oleh sekitar 50-an anak-anak seusia SD yang sedang berwisata. Mereka adalah rombongan turis dari Amerika Serikat yang merupakan keturunan diaspora Armenia, anak-anak keturunan Armenia yang berkunjung ke tanah leluhur nenek moyang mereka.

Biara Novarank terkenal dengan bangunan dua tingkat yang dilengkapi dengan tangga batu di sisi dinding depan. Di tangga itulah para wisatawan biasa berfoto bersama dalam posisi berdiri berjejer.

Khor Virap dan Novarank hanyalah salah satu dari ratusan biara peninggalan sejarah perjalanan agama Katolik Apostolik di Armenia. Selain itu ada juga Biara Garni Temple, Geghard, Gereja Etchmiadzin, Zvarnot Catedral, Haghpat, Tatev, Sanahin, Sevanavank, Odzun, dan banyak lagi.

Begitu banyaknya bangunan kompleks biara bersejarah yang dibangun sejak ratusan tahun lalu dan sebagian masih tetap berfungsi sebagai rumah ibadah, Armenia pun lekat dengan julukan "Museum Lapangan Terbuka" atau "Tanah Legenda".

Armenia tidak hanya menyuguhkan wisata sejarah tapi juga memiliki tempat tujuan wisata alam lainnya yang tidak kalah eksotik, di antaranya daerah resort Tsaghkadzor yang menjadi favorit bagi pecinta ski di musim dingin, atau Danau Sevan yang memiliki luas lima persen dari total luas 29,743 km persegi Armenia.

Foto dan Teks: Hermanus Prihatna

Disiarkan 4/8/2017 10:0 WIB | Dilihat 1211 kali