PELAYARAN KEMERDEKAAN KRI DEWARUCI

Prajurit TNI AL menaiki KRI Dewaruci untuk berlayar menuju Jakarta di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur.
Suasana persiapan upacara pelepasan pelayaran KRI Dewaruci di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur.
Suasana persiapan upacara pelepasan pelayaran KRI Dewaruci di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur.
Seorang ABK meniup peluit saat layar KRI Dewaruci diturunkan di Laut Jawa.
ABK menaiki tiang untuk membentangkan layar KRI Dewaruci ketika berlayar di Laut Jawa menuju Jakarta.
Panglima Armatim Laksda TNI Darwanto (kanan) bersama prajurit TNI AL memberi hormat kepada bendera merah putih saat geladi Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI di KRI Dewaruci di Laut Jawa.
Patung Dewaruci yang berada di ujung KRI Dewaruci.
Lambang Garuda Pancasila di tiang layar KRI Dewaruci ketika berlayar di Laut Jawa menuju Jakarta.
KRI Dewaruci berlayar di Laut Jawa.
Suasana Upacara HUT Kemerdekaan ke-72 RI di atas geladak KRI Dewaruci di Perairan Laut Jawa.
Suasana geladi kotor Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI di geladak KRI Dewaruci di Laut Jawa.
Suasana Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI di atas geladak KRI Dewaruci di Perairan Laut Jawa.
Prajuriit TNI AL mengemudikan KRI Dewaruci ketika berlayar di Laut Jawa.
Seorang prajurit TNI AL mengamati laut lepas di anjungan KRI Dewaruci ketika berlayar di Laut Jawa menuju Jakarta.

Pagi itu, puluhan prajurit TNI AL bersiap-siap mengadakan upacara pelepasan pelayaran KRI Dewaruci di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur.

Pelayaran tersebut merupakan pelayaran khusus bagi KRI Dewaruci karena dihadiri delapan mantan komandannya dan sejumlah perwira tinggi untuk mengadakan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-72 RI di geladak kapal tersebut.

Upacara yang akan dilaksanakan di Laut Jawa tepatnya pada 17 Agustus ini merupakan upacara memperingati kemerdekaan RI yang pertama kali diadakan di KRI yang telah berumur 64 tahun tersebut.

Pada upacara itu, Panglima Armatim Laksda TNI Darwanto menjadi inspektur upacaranya dan diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari mantan komandan KRI Dewaruci, Perwira Tinggi lintas angkatan di AAL, masyarakat sipil dan ABK KRI Dewaruci.

Pada kesempatan itu, mereka juga mengadakan sarasehan, para mantan komandan KRI Dewaruci berbagi kisah mengenai pengalamannya ketika berlayar berkeliling dunia dengan kapal ini.

Selain itu mereka juga membahas masa depan KRI Dewaruci yang beberapa waktu ke depan akan digantikan KRI Bimasuci sebagai kapal latih bagi calon perwira di AAL.

Sebagian besar dari mereka berpendapat bahwa KRI kebanggaan Indonesia ini akan tetap berlayar sampai akhir hayatnya. Walaupun ada juga yang berpendapat kalau KRI ini lebih baik menjadi sarana atau kapal latih bagi siswa atau pun masyarakat yang ingin belajar mengenai kemaritiman.

Pelayaran spesial ini ditempuh selama dua hari dari Surabaya menuju Jakarta sejak 15 Agustus 2017.

Foto dan Teks: Zabur Karuru

Disiarkan 24/8/2017 16:0 WIB | Dilihat 1421 kali