Kawal gizi ibu, wujudkan anak bebas stunting

Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) membawa paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan motor bronjong sebelum diantarkan ke rumah ibu hamil dan menyusui di desa Karangpelem, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memeriksa data ibu hamil dan menyusui penerima manfaat menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di desa Celep, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah.
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) membawa paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diantarkan kerumah ibu hamil dan menyusui
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) memasukkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam motor bronjong sebelum diantarkan ke rumah ibu hamil dan menyusui di desa Pengkok, Sragen.
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) mengendarai sepeda motor bronjong untuk mengantarkan menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ibu hamil dan menyusui.
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Rusdiyanti mengambil paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan kepada ibu hamil dan menyusui.
Menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan untuk ibu hamil dan menyusui.
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) mengantarkan menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan menyusui di desa Karangpelem, Sragen. dan menyusui
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) berbincang dengan warga ketika mengantarkan menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan menyusui.
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) berbincang dengan warga saat mengantarkan menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan menyusui.
Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) menaiki motor mengantarkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan menyusui

Di teras pendapa Balai Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, sejumlah ibu-ibu menata bronjong atau keranjang yang diletakkan di jok belakanganya sepeda motor miliknya. 

Mereka adalah kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Keluarga Berencana (KB) yang dibentuk oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan tugas memberi edukasi mengenai kesehatan ibu hamil dan menyusui serta melakukan pendampingan langsung.

Pagi itu, mereka berkumpul menunggu mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan menyusui atau MBG Bumil dan Busui (2B).

Program MBG 2B merupakan program pemberian makan bergizi gratis kepada ibu hamil dan menyusui yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi, mencegah stunting, serta mendukung kesehatan ibu hamil dan menyusui. Di Kecamatan Kedawung, program MBG 2B telah dilaksanakan sejak Januari 2026 dan telah berjalan di sepuluh desa. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 982 ibu hamil dan menyusui telah menerima manfaat dari program yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting tersebut.

Sebanyak 49 kader TPK KB dilibatkan untuk mendukung program ini. Di setiap desa, setidaknya ada tiga sampai empat kader TPK KB yang bertugas menyalurkan menu makan bergizi gratis setiap hari Senin dan Kamis. Para Kader TPK berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain untuk mengantarkan paket MBG  kepada ibu hamil dan menyusui dengan mengendarai sepeda motor menggunakan bronjong.

“Assalamualaikum, MBG buu,” Kata Suyamtinah sambil mengetuk pintu rumah salah satu warga desa. Suyamtinah merupakan kader Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kedawung yang juga merupakan koordinator penyaluran MBG 2B di Kecamatan Kedawung. Hari itu kebetulan ia ikut mendampingi kader TPK KB desa menyalurkan makan bergizi gratis.

Dengan senyum hangat di sela mengantarkan manu MBG 2B, para kader TPK KB tak jarang menyempatkan waktu untuk mengobrol dengan ibu hamil dan menyusui  sekaligus menanyakan kondisi kesehatan serta memberikan edukasi kesehatan. Bagi para kader TPK KB, menyalurkan MBG dengan daru rumah ke rumah atau door to door menjadi efektif karena dapat membantu serta memantau langsung kondisi kesehatan warganya.

Sugiyanti, salah satu warga yang sedang hamil delapan bulan, mengaku senang menerima MBG. Baginya, program ini memberikan manfaat pemenuhan gizi bagi ibu hamil. Selain itu, ia merasa terbantu dengan hadirnya para kader TPK yang mengantarkan langsung ke rumahnya. selain itu dia juga dapat berkonsultasi langsung mengenai masalah gizi dan kesehatan kehamilan.

Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Keluarga Berencana (KB) merupakan garda terdepan yang memegang peranan penting bagi kesehatan warga serta berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Setiap langkah kaki para kader TPK dari rumah ke rumah adalah investasi untuk masa depan bangsa yang lebih sehat.

Foto dan teks: Mohammad Ayudha

Editor: Akbar Nugroho Gumay

Pewarta: Mohammad Ayudha | Editor:

Disiarkan: 16/04/2026 11:48