SAKSI DELENG SINABUNG
Lebih dari dua tahun terhitung sejak 15 September 2013, Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara mengeluarkan material vulkanis. Akibatnya tidak sedikit rumah warga rusak akibat dampak erupsi gunung api aktif tertinggi di provinsi itu.
Desa Gurukinayan merupakan salah satu desa yang menjadi "saksi" letusan Sinabung, bahkan sejumlah rumah didesa yang berada dikawasan kaki gunung itu sempat terbakar akibat luncuran material yang dikeluarkan deleng (gunung) Sinabung.
Sejumlah desa tinggalkan pada penduduk untuk menghidari luncuran material Sinabung. Bahkan salah satu desa bernama Sukameriah, sudah tidak ada apapun selain material vulkanik. Sejarah mencatat 17 orang tewas akibat terkena dampak luncuran awan panas pada 1 Februari 2014.
Genteng, tembok, bahkan pohon tak luput dari terjangan awan panas yang dikeluarkan sang gunung. Desa yang dulunya ramai dan penuh dengan kehidupan, kini berubah menjadi hening dan sepi.
Status Sinabung yang ditingkatkan menjadi Awas (level IV) sejak Selasa 2 Juni 2015, menyebabkan para warga mengungsi dari desa. Tercatat sedikitnya 7.000 warga hingga pertengahan November 2015 masih berada di pengungsian. Tak sedikit anak-anak tinggal di pengungsian dan tidak tahu sampai kapan akan berada di lokasi itu. Tikar dan tenda seakan menjadi teman cerita mereka.
Doa dan harapan terus dipanjatkan agar aktivitas Gunung Sinabung kembali normal, sehingga cita-cita besar untuk membangun Indonesia dapat diwujudkan generasi penerus bangsa dari deleng Sinabung.
Foto dan Teks: Irsan Mulyadi
Pewarta: Irsan Mulyadi | Editor:
Disiarkan: 26/11/2015 00:00