Porang, komoditi andalan masa depan

Petani yang tergabung dalam kelompok tani modern Petani Oerip Indonesia menyemai bibit porang di Ngawi, Jawa Timur.
Petani merawat tanaman porang di Dusun Babakan, Desa Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Petani melakukan pengecekan tanaman porang di Dusun Babakan, Desa Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Petani memanen porang di persawahan Desa Ngadimulyo, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.
Pekerja mengangkat porang yang telah dicuci di pabrik pengolahan di Gresik, Jawa Timur.
Pekerja menata rajangan atau chips porang untuk dijemur di Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Pekerja menjemur rajangan atau chips porang di Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Sejumlah pekerja melakukan proses produksi serpih porang kering atau konjac chips di salah satu pabrik di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Pekerja memeriksa umbi porang di salah satu pabrik pengolahan porang di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Pekerja mengupas porang di pabrik pengolahan umbi porang Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB.
Pekerja menata tumpukan karung yang berisi tepung porang untuk diekspor di salah satu pabrik pengolahan porang di Gresik, Jawa Timur.

Porang atau dalam bahasa latin disebut Amorphopallus muelleri blume merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki banyak manfaat dan keunggulan. Selain rendah kalori dan juga bebas gula, porang bisa diolah menjadi berbagai bahan makanan hingga bahan kosmetik.



Komoditas ini  merupakan produk yang menjanjikan dan memiliki masa depan cerah. Bahkan Presiden Joko Widodo meyakini bahwa porang akan menjadi makanan sehat di masa mendatang mengingat porang memiliki kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Selain itu, budi daya porang  juga sebagai terobosan inovatif untuk tingkatkan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi.



“Saya tadi sudah menyampaikan kepada Menteri Pertanian untuk betul-betul kita seriusi komoditas baru ini komoditas porang,” ujar presiden saat meresmikan pabrik pengolahan porang di Madiun beberapa waktu lalu. 



Kepala negara juga berharap komoditas porang ini dapat diekspor tidak hanya dalam bentuk mentahan dan barang setengah jadi, namun sudah dalam bentuk beras atau tepung porang.  Porang juga memberikan nilai tambah yang baik, tidak hanya bagi perusahaan pengolah porang tetapi juga kepada para petani.



Selain ke China, Indonesia juga mengekspor olahan porang ke Taiwan, Jepang, Makau, Italia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Australia.



Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Misalnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali dan beberapa daerah lainnya dengan estimasi total luasan 47.641 hektare.



Data dari kementerian Perindustrian menyebutkan pemerintah menargetkan pada tahun 2024 produksi umbi porang akan mencapai 600.000 ton dari luas lahan sebesar 100.000 hektare. 



Saat ini, terdapat 13 perusahaan yang menghasilkan chip porang dengan total produksi 22.833 ton per tahun, dan 6 industri pengolah porang yang mampu memproduksi tepung glukomanan dengan total produksi 1.180 ton per tahun.





Foto dan teks : Adeng Bustomi, Ahmad Subaidi, Anis Efizudin, Aribowo Sucipto, Siswowidodo, Zabur Karuru



Editor : Prasetyo Utomo

 

Pewarta: Adeng Bustomi, Ahmad Subaidi, Anis Efizudin, Aribowo Sucipto, Siswowidodo, Zabur Karuru | Editor:

Disiarkan: 17/08/2023 12:19