Menyemai cahaya literasi anak-anak Papua

Pratu Benny (tengah) mengangkut anak-anak menuju tempat pembelajaran di Jalan Pemda, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Praka Aldi (kedua kanan) bernyanyi bersama anak-anak saat menuju tempat pembelajaran di Jalan Yos Sudarso, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Sejumlah anak berjalan menuju tempat belajar di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Sejumlah anak-anak bermain saat jam istirahat kegiatan belajar di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Pratu Benny (tengah) saat memberikan materi pembelajaran untuk anak-anak di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Sejumlah anak-anak mengikuti kegiatan belajar di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Sejumlah anak-anak mengikuti kegiatan belajar di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Sejumlah anak-anak mengikuti kegiatan belajar di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Foto kolase Bilkar (kiri atas), Marta (kanan atas), Christine (kiri bawah), dan Honad (kanan bawah) menunjukkan hasil gambarnya saat mengikuti kelas belajar di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Garuda Pancasila akulah pendukungmu, patriot proklamasi sedia berkorban untukmu



Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa, pribadi bangsaku

Ayo maju maju, Ayo maju maju, Ayo maju maju









Begitulah lirik lagu Garuda Pancasila yang menggema saat dinyanyikan oleh anak-anak Suku Asmat sepanjang Jalan Yos Sudarso menuju Jalan Pemda untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Kegiatan belajar mengajar itu sudah berlangsung sejak Oktober 2023. Mereka belajar setiap hari mulai pukul 07.00 WIT hingga selesai pukul 10.00 WIT, kecuali hari libur.























Pratu Benny Ferdiansyah dan Praka Aldi Susanto didapuk sebagai guru untuk anak-anak itu. Dengan mengendarai motor roda tiga, mereka menjemput anak-anak didiknya yang telah berkumpul di titik penjemputan di Jalan Yos Sudarso. Pengenalan lima butir Pancasila, baca tulis, berhitung, penggunaan tanda baca, dan menggambar menjadi materi yang diajarkan Pratu Benny dan Praka Aldi. Anak-anak antusias mengikuti materi demi materi yang diajarkan oleh kedua prajurti TNI itu. 































Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa yang didirikan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Batalyon Infanteri (Yonif) 125/Simbisa itu bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan sehingga buta huruf di Kabupaten Asmat dapat diberantas dan akan muncul generasi baru pemuda-pemudi untuk melanjutkan estafet pembangunan menuju cita-cita bangsa.































Pengabdian para prajurit TNI di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Asmat itu, tidak hanya untuk pengamanan kewilayahan semata. TNI juga berhasil mengubah dan membentuk karakter yang kuat terhadap anak-anak Papua. Menurut Wakil Komandan Satgas Yonif 125/Simbisa Kapten Inf Daniel Supriatma, program pembelajaran Taman Baca dan Rumah Bermain Simbisa berhasil mengubah stigma anak-anak terhadap TNI. Dari awal yang pemalu, mereka kini membangun hubungan emosional yang kuat, hal itu membuktikan bahwa TNI adalah saudara semua anak bangsa.







































Selama proses merintis hingga terdaftar di Data Pokok Pendidikan Kabupaten Asmat, Kapten Daniel merasakan perubahan emosional dan karakter yang kuat dari anak-anak di Rumah Baca dan Taman Bermain Simbisa. Ia berharap perubahan ini akan melahirkan generasi unggul Indonesia di masa depan dari Bumi Cendrawasih.























Foto dan Teks : Aprillio Akbar







Editor              : Puspa Perwitasari

Pewarta: Aprillio Akbar | Editor:

Disiarkan: 06/03/2024 14:16