Penerapan K3 produksi migas berkelanjutan di Pertamina EP Jatibarang Field

Operator produksi menunjukkan denah lokasi yang harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum masuk ke dalam area kerja Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan bagi operator produksi di area kerja Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Operator produksi menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum masuk ke dalam area kerja Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Operator melakukan pendeteksian kebocoran gas dengan "gas detector" di area "manifold header" Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Operator melakukan pengawasan dari ruang kontrol di area kerja Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Peserta berusaha memadamkan api yang membakar saluran pipa saat lomba "fire combat" di Pertamina EP Jatibarang Field, Indramayu, Jawa Barat.
Sejumlah peserta melakukan simulasi pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan saat mengikuti Basic Life Support Competition bulan K3 di kantor Pertamina EP Zona 7 Klayan, Cirebon, Jawa Barat.
Operator produksi memasang Alat Pelindung Diri (APD) sebelum masuk ke dalam area kerja Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Operator produksi melakukan pengawasan saat pemeriksaan area tangki di area kerja Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Operator memeriksa "foam chamber" pada "fire protection system" di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Operator memeriksa "foam chamber meter" pada "fire protection system" di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.
Operator berdiskusi saat melakukan pengawasan "fire protection system" di area tangki Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat.

Pagi itu dalam balutan hangat matahari, beberapa pekerja sudah mulai antre di pintu masuk untuk melakukan "medical check up" sebelum memulai bekerja di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Pertamina EP Jatibarang Field. Lokasi tersebut terletak di antara hamparan hutan kayu putih selatan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Stasiun pengumpul yang masuk dalam wilayah kerja Subholding Upstream Regional Jawa Pertamina EP Zona 7 itu saat ini memiliki 23 sumur dengan jumlah produksi minyak sebanyak 3.130 barel per hari (BOPD) dan produksi gas sebanyak 17 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). 

Peningkatan kapasitas daya tampung minyak dan gas yang disuplai langsung dari beberapa sumur pengeboran,  tentunya memiliki resiko yang tinggi di stasiun pengumpul tersebut. Oleh karena itu berdasarkan standar operasionalnya, fasilitas keamanan SP ABG sudah dilengkapi dengan "fire protection system" untuk memitigasi pada keadaan darurat (emergency).

Supervisor Tugu Barat dan Akasia Bagus Dendy Gradienda menyatakan selain fasilitas "fire protection system", SP ABG juga dilengkapi dengan "flame detector" dan juga "gas detector" H2S yang dipasang pada beberapa titik. Hal itu karena stasiun pengumpul tersebut berpotensi terpapar gas dari sumur-sumur dengan kandungan gas H2S yang cukup besar. Selain itu SP ABG juga sudah dilengkapi dengan teknologi “autopilot flare control” untuk menyalakan flare secara otomatis. 

Sebagai wujud komitmen terhadap keselamatan kerja sekaligus memperingati Bulan K3 Nasional, Pertamina EP Zona 7 menggelar berbagai lomba seperti lomba Basic Life Support (BLS), Fire Combat dan lainnya. Perlombaan tersebut guna mengasah kesiapsiagaan para pekerja dalam menangani kondisi darurat di lingkungan kerja

Sementara itu PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream Pertamina, terus meningkatkan kinerja dalam berkontribusi memenuhi energi nasional dengan selalu memerhatikan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (HSSE) dalam setiap aspek kegiatan. Dengan kinerja yang berbasis manajemen risiko, PHE mencatat jam kerja selamat sampai lebih dari 57 juta jam kerja selamat dengan jumlah manpower mencapai 127.665/day sepanjang tahun 2023. VP Health Safety Security, and Environment (HSSE) PHE Geri Simansyah Achsan menyampaikan bahwa perusahaan secara aktif selalu melibatkan seluruh pekerja dalam melaksanakan kampanye keselamatan kerja dan memastikan pekerja terlibat aktif dalam menerima serta mengimplementasikan aspek HSSE dalam pekerjaan sehari-hari.

PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau "Ten Principles" dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance). PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmental Friendly, Socially Responsible dan Good Governance. Dan tentu saja pencapaian tersebut diraih dengan tetap mengedepankan penerapan HSSE secara maksimal sebagai landasan kerja.


Teks dan Foto: Dedhez Anggara
Editor: Andika Wahyu

Pewarta: Dedhez Anggara | Editor:

Disiarkan: 16/03/2024 13:56