Berburu cacing jelmaan Putri Mandalika

Sejumlah warga berjalan menuju pantai saat tradisi Bau Nyale pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Sejumlah warga mendirikan tenda di pinggiran pantai saat tradisi Bau Nyale pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Warga bersiap untuk mencari nyale (cacing laut warna-warni) saat Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Warga dan wisatawan mencari nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Sejumlah arga mengumpulkan nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Seorang warga menunjukkan nyale (cacing laut warna-warni) hasil tangkapannya pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Sejumlah warga berjalan pulang usai menangkap nyale (cacing laut warna-warni) pada tradisi Bau Nyale di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.
Sejumlah warga melintas dekat patung Putri Mandalika usai mengumpulkan nyale (cacing laut warna-warni) pada Festival Pesona Bau Nyale 2024 di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB.

Waktu menunjukkan pukul 03.30 Wita saat ribuan warga dan wisatawan mulai memadati Pantai Seger yang termasuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kuta, Pujut, Lombok Tengah, NTB untuk mengikuti tradisi Bau Nyale atau menangkap nyale. Tradisi yang dikenal juga dengan nama Festival Pesona Bau Nyale tersebut digelar setiap tahun antara bulan Februari dan Maret oleh masyarakat Suku Sasak.

Nyale adalah sejenis cacing laut yang hidup di lubang dan batu karang di bawah permukaan laut. Cacing ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat yaitu Putri Mandalika, seorang wanita cantik di wilayah Selatan Lombok. 

Putri Mandalika menjadi rebutan para pangeran dari berbagai kerajaan di Pulau Lombok. Khawatir terjadi pertumpahan darah, Putri Mandalika memilih mengorbankan diri dengan terjun ke laut dan berjanji akan kembali setiap tahun dengan berwujud nyale. 

Masyarakat Sasak menyakini nyale yang muncul dipercaya sebagai jelmaan atau pemenuhan janji Putri Mandalika. Mereka kemudian beramai-ramai menyambut janji tersebut dengan menangkap nyale.

Sebelum menangkap nyale, dilakukan ritual Sangkep Warige, yaitu musyawarah yang diikuti oleh tokoh budaya, tokoh adat, dan tokoh agama yang bertujuan untuk menentukan waktu pelaksanaan puncak tradisi Bau Nyale yang merupakan hari baik. Dari hasil musyawarah itu diperkirakan Tanggal 20 bulan 10 dalam penanggalan Suku Sasak sebagai waktu keluarnya nyale.

Proses menangkap nyale biasa dilakukan di pagi hari menjelang waktu subuh. Sebagian masyarakat sudah datang ke kawasan Pantai Seger, Mandalika, Lombok Tengah yang menjadi salah satu lokasi untuk menangkap nyale sejak pukul 03.30 Wita. Beberapa bahkan ada yang memilih untuk menginap di sana. Mereka datang dari berbagai wilayah Pulau Lombok dengan membawa peralatan seperti lampu, serok, dan ember. 

Proses menangkap nyale tidak hanya di pinggir pantai, tetapi hingga ke tengah saat laut sedang surut. Nyale akan muncul dan warga kemudian beramai-ramai menangkapnya dengan tangan atau serokan. Masyarakat meyakini apabila nyale banyak yang keluar menandakan pertanian berhasil. Mereka akan membuang daun bekas pembungkus nyale ke sawah dengan harapan agar hasil tanaman padi dapat melimpah ruah.

Festival Pesona Bau Nyale atau menangkap cacing laut tersebut mengesankan ribuan wisatawan yang datang. Beragam kesenian dan budaya juga ditampilkan dengan mengangkat konsep legenda rakyat tentang Putri Mandalika. Oleh Pemda setempat, tradisi Bau Nyale ditujukan untuk menggairahkan kunjungan wisata, pelestarian budaya lokal serta menjadi bukti keramahan masyarakat Lombok terhadap geliat investasi di Mandalika.


Foto dan teks: Ahmad Subaidi

Editor: R Rekotomo

Pewarta: Ahmad Subaidi | Editor:

Disiarkan: 20/03/2024 12:23