Jejak tangan Obi di dinding dunia

Pembuat jalur (route setter) asal Indonesia Siti Robiah Adawiyah atau Obi berpose dengan membawa volume panjat tebing saat seri ketiga IFSC Climbing World Cup 2025 di Nusa Dua, Bali.
Pembuat jalur (route setter) asal Indonesia Rindi Sufriyanto (kiri) dan Siti Robiah Adawiyah atau Obi (kanan) bersiap membuat jalur panjat tebing.
Pembuat jalur (route setter) Indonesia Siti Robiah Adawiyah atau Obi (kanan) membawa volume panjat tebing saat seri ketiga IFSC Climbing World Cup 2025.
Siti Robiah Adawiyah atau Obi (kiri) memasang baut saat membuat jalur panjat tebing.
Detail tangan Siti Robiah Adawiyah atau Obi memasang baut saat membuat jalur panjat tebing.
Siti Robiah Adawiyah atau Obi beristirahat sejenak saat pembuatan jalur panjat tebing.
Jalur pada dinding panjat tebing kategori lead.
Sejumlah penonton menyaksikan seri ketiga IFSC Climbing World Cup 2025 di Nusa Dua, Bali.
Tumpukan volume point panjat tebing.
Atlet panjat tebing berupaya memanjat mencapai puncak pada kualifikasi kategori lead.
Foto udara suasana seri ketiga IFSC Climbing World Cup 2025 di Nusa Dua, Bali.

Di balik aksi menegangkan para atlet panjat tebing dunia dalam ajang kejuaraan dunia panjat dinding atau International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2025 di Bali, ada tim kecil yang bekerja dalam sunyi dan tanpa sorotan.



Tanpa hingar bingar, pekerjaan yang mereka lakukan sangat penting dalam menyukseskan ajang panjat dinding paling bergengsi itu.



Mereka adalah para pembuat jalur atau route setter yang bertugas merancang jalur-jalur panjat yang menguji adrenalin dan ketangkasan para atlet panjat tebing terbaik dunia.



Perhelatan akbar IFSC World Cup 2025 seri ketiga yang digelar di Bali tersebut diikuti sebanyak 221 atlet dari 32 negara. Indonesia mengirimkan sebanyak 31 atlet yang berlaga pada disiplin speed putra, speed putri serta lead putra dan putri.



Para pembuat jalur memiliki tugas yang tak ringan. Tim yang terdiri dari 11 orang dengan 8 berasaal dari Indonesia dan 3 orang berasal dari mancanegara harus bekerja sama menyiapkan lintasannya.



Di antara mereka, hanya ada satu wanita yaitu Siti Robiah Adawiyah, yang lebih akrab disapa Obi, pemegang sertifikat route setter CI Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).



Ia bukan hanya satu-satunya wanita di tim tersebut, tapi juga satu dari sedikit wanita di dunia yang terlibat langsung dalam pembuatan jalur pada level kompetisi internasional.



Bekerja sejak subuh hingga malam Obi bersama timnya merancang, memanjat, menguji dan menyusun maccros, volume dan chip jalur di dinding kompetisi dengan teliti.



Setiap pegangan dan pijakan ditata dengan pertimbangan teknik, estetika, serta keadilan bagi semua peserta baik pria maupun wanita.



Obi bukan nama baru dalam dunia panjat tebing Indonesia. Namun, keterlibatannya sebagai satu-satunya perempuan dalam tim pembuat jalur di kejuaraan dunia ini adalah sebuah langkah penting, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk representasi perempuan Indonesia dalam dunia panjat dinding dunia yang selama ini didominasi kaum laki-laki.



 



Foto dan teks: Bayu Pratama S



Editor: Akbar Nugroho Gumay

Pewarta: Bayu Pratama S | Editor:

Disiarkan: 18/05/2025 18:44