Sepenggal kehangatan Ramadhan di Rumah Tahanan

Anggota keluarga dari warga binaan menunggu giliran masuk ke area Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang untuk berbuka puasa bersama di Kota Serang untuk berbuka puasa bersama.
Anggota keluarga dari warga binaan berjalan memasuki area Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang.
Petugas memeriksa barang bawaan anggota keluarga dari warga binaan sebelum berbuka puasa bersama.
Seorang warga binaan mengenakan baju tahanan sebelum berbuka puasa bersama keluarga.
Warga binaan bercengkerama dengan keluarga saat menunggu buka puasa bersama.
Warga binaan menghapus air mata salah satu anggota keluarga.
Warga binaan menyantap hidangan berbuka puasa bersama keluarga.
Foto kolase tiga warga binaan (dari kiri) MA (32), FM (34), dan MI (29) berpose didampingi keluarganya usai berbuka puasa bersama.
Warga binaan memeluk keluarganya usai berbuka puasa bersama di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang, Kota Serang, Banten.

Sore itu sekitar pukul 16.00WIB, antrean panjang warga mengular di depan gerbang baja raksasa Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang, Kota Serang, Banten.



Meskipun mendapatkan pemeriksaan barang bawaan secara ketat dari petugas, wajah bahagia terpancar dari para keluarga tahanan.



Ratusan warga tersebut mendapatkan kesempatan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemen Imipas melalui Rutan Serang untuk dapat berbuka puasa bersama keluarga mereka yang sedang menjalani masa tahanan.



Sebanyak 103 dari 570 warga binaan Rutan kedatangan keluarganya untuk bertemu di momen berbuka puasa. Kesempatan tersebut diberikan oleh pihak Rutan sebanyak dua kali selama bulan suci Ramadhan.



“Kesempatan untuk berbuka dengan keluarga para warga binaan tersebut untuk memperkuat fungsi pemasyarakatan tidak hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan yang melibatkan dukungan keluarga,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Serang Rangga Permata.



Kegiatan tersebut juga berguna untuk mempersiapkan warga binaan lebih siap untuk kembali ke masyarakat.



Saat para pengunjung dipersilakan masuk ke dalam rutan, mereka diarahkan menuju area lapangan.



Pemandangan para warga binaan berpelukan dengan istri, anak, maupun orang tua mereka terasa mengharukan. Sesekali di antara pelukan itu pun terselip dengan tangis haru sebuah perayaan pertemuan. Azan maghrib pun menggema dari pengeras suara di rutan. Mereka duduk membentuk lingkaran-lingkaran kecil untuk bersantap setelah seharian menahan lapar dan dahaga.



Pertemuan itu sangat mereka syukuri karena biasanya kesempatan bertemu hanya dibatasi selama 15 menit.



Sementara, pada momen berbuka mereka dapat bertemu selama tiga jam.



Seorang warga binaan, FM (34) mengatakan kegiatan itu menjadi momen yang sangat membahagiakan baginya.



“Tumis kangkung, ikan tongkol, dan terong balado buatan istri saya menjadi sangat mewah dimomen seperti ini,” kata FM.



Kehangatan Ramadhan dapat dirasakan oleh warga binaan maupun keluarga mereka. Lembaga pemasyarakatan yang memfasilitasi kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan yang memberikan dukungan moril dalam memperkuat hubungan keluarga.



Namun,masih ada satu harapan sama pada para warga binaan, Kembali bertemu dengan keluarga mereka suatu saat nanti usai menjalani masa perbaikan menjadi pribadi yang baik kembali.

 



 



Foto dan teks : Angga Budhiyanto



Editor : Wahyu Putro A



           

Pewarta: Angga Budhiyanto | Editor:

Disiarkan: 07/03/2026 11:58