Cahaya takwa di asrama Sekolah Rakyat

Siswa berjalan menuju masjid untuk mengikuti shalat maghrib berjamaah
Siswa sekolah rakyat, Muhammad Muhtadi (14) bersiap berangkat untuk mengikuti tadarus Al Quran di asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Kota Serang, Banten.
Wali asrama Misrudin (tengah) memberikan ceramah kultum atau ceramah singkat kepada siswa sebelum mengikuti tadarus Al Quran.
Siswa membaca ayat Al Quran saat bertadarus.
Siswa mengaji di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Kota Serang, Banten.
Siswa membersihkan lantai di asrama untuk menjaga kebersihan.
Siswa mengisi catatan jurnal ibadah selama bulan Ramadhan.
Siswa melaksanakan shalat tarawih berjamaah.
Seorang siswa menyiapkan kurma sebelum berbuka puasa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Kota Serang, Banten.
Sejumlah siswa mengambil menu makan berbuka puasa yang telah disediakan, seperti nasi, ayam dan buah pisang.
Sejumlah siswa menyantap menu makan berbuka puasa bersama.
Siswa bermain sepak bola di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Kota Serang, Banten.
Siswa sekolah rakyat, Muhammad Muhtadi (14) membaca ayat Al Quran di kamar asrama.
Wali asuh Ratna Dewi (kiri) mengobrol dengan salah satu siswa asuhannya saat menunggu waktu berbuka puasa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Kota Serang, Banten.

Semarak Ramadhan tidak hanya terasa di masjid. Nilai kebaikan dan semangat beribadah juga terasa kuat dalam keseharian siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 Serang, Banten.

Sebanyak 94 siswa tingkat SD dan SMP tidak hanya menjalani kegiatan belajar mengajar seperti biasa, tetapi juga ditempa untuk memahami makna puasa secara lebih mendalam.


Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, namun menjadi momen bagi siswa untuk menumbuhkan kebersamaan, kemandirian, serta perjuangan mengendalikan diri.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sejak dini. Jam masuk sekolah yang biasanya dimulai pukul 07.00 WIB berubah menjadi pukul 08.00 WIB, sementara durasi belajar di kelas dipersingkat hingga menjelang waktu dzuhur.

Selama satu bulan penuh, kegiatan akademik disesuaikan untuk memberikan ruang lebih luas bagi penguatan spiritual bagi siswa, diantaranya pembiasaan shalat dhuha berjamaah, murajaah atau pengulangan hafalan surat pendek, pembacaan salawat Nabi, hingga penyampaian ceramah agama.

Menjelang maghrib, anak-anak mulai mengambil hidangan berbuka puasa dan duduk di tempat yang telah disediakan sebelum menjalankan shalat fardhu dan tarawih pada malam harinya.


Setiap aktivitas spiritual siswa dipantau melalui buku jurnal ibadah harian Ramadhan, mulai dari pelaksanaan shalat wajib lima waktu, tarawih, hafalan Al Quran, hingga perilaku baik selama bulan suci.

Catatan tersebut nantinya menjadi bagian dari penilaian rapor asrama yang menilai kemandirian serta kebiasaan positif para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya pembentukan karakter ini tidak berhenti pada hari sekolah. Siswa bergotong royong membersihkan lingkungan asrama saat akhir pekan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menanamkan nilai kebersihan sekaligus membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Kedisiplinan yang dibangun selama tinggal di asrama itu dijaga 10 orang wali asuh yang berperan sebagai pengganti orang tua. Pada bulan Ramadhan ini kunjungan rutin orang tua ditiadakan dan menggabungkannya dengan waktu penjemputan menjelang libur Idul Fitri.

Pembinaan terhadap para siswa tidak berhenti ketika mereka meninggalkan asrama. Sebelum siswa pulang ke rumah masing-masing, orang tua juga diberikan arahan khusus agar turut memantau dan menjaga kebiasaan baik yang telah dibentuk selama di sekolah.

“Kementerian sosial tidak lepas tanggung jawab. Nanti ada kunjungan ke rumah dari wali asuh untuk mengecek sejauh mana perkembangan siswa di rumah, sekaligus memastikan kebiasaan ibadah dan perilaku sosial yang baik selama di asrama tetap dilakukan,” kata Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Ria Sepriani.

Semangat belajar dan beribadah yang dilaksanakan secara berkesinambungan bermanfaat membentuk karakter disiplin serta memperkuat nilai-nilai religius yang berguna bagi masa depan siswa.

Foto dan teks : M Bagus Khoirunnas
Editor : Akbar Nugroho Gumay

Pewarta: M Bagus Khoirunnas | Editor:

Disiarkan: 07/03/2026 12:29