LATIHAN PEPERANGAN LAUT KHUSUS KOPASKA

Komandan Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska) Laksma TNI Y. Bramantyo N.S (tengah) bersama Direktur Operasi Puskopaska Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi (kedua kanan), Komandan Satuan Tugas Peperangan Laut Khusus Letkol Laut (P) Sadarianto (kanan) dan W
Direktur Operasi Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska) Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi (kiri) memberikan pengarahan kepada prajurit Kopaska saat latihan Peperangan Laut Khusus di kawasan Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL mengamati peta saat latihan Peperangan Laut Khusus di kawasan Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL melumuri cat warna hitam ke wajahnya saat latihan Peperangan Laut Khusus di kawasan Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersiaga saat latihan Peperangan Laut Khusus di kawasan Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL menaiki perahu karet menuju kapal selam KRI Alugoro 405 saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL memasuki kapal selam KRI Alugoro 405 saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang keluar dari peluncur torpedo kapal selam KRI Alugoro 405 tiba di bibir pantai saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Sejumlah prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang keluar dari peluncur torpedo kapal selam KRI Alugoro 405 tiba di bibir pantai saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL memasuki titik sasaran saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL merakit bahan peladak di area titik sasaran saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL menyebrangi jalan menuju sasaran musuh saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.
Siluet prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL berdiri di bibir pantai saat latihan Peperangan Laut Khusus di Pantai Pasir Putih Banongan, Situbondo, Jawa Timur.

Sore itu sebelum matahari terbenam, 30 prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut melaksanakan latihan Peperangan Laut Khusus. Dengan menaiki perahu karet mereka menuju ke kapal selam KRI Alugoro 405 yang telah menunggu di perairan Situbondo, Jawa Timur.



Puluhan prajurit Kopaska itu lalu memasuki kapal selam yang memiliki panjang 61,3 meter tersebut untuk melakukan tugas infiltrasi. Mereka kemudian akan diluncurkan menggunakan tabung torpedo dengan tujuan menyusup ke perairan yang dikuasai musuh.



Ketika perairan telah dikuasai, para prajurit Kopaska itu kemudian memberikan tanda kepada rekannya untuk memasuki area bibir pantai yang telah diamankan. Secara cepat dan senyap mereka lalu melintasi perbukitan serta permukiman warga menuju ke titik sasaran dengan target untuk diledakan.



Latihan Peperangan Laut Khusus yang dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2022 ini menitikberatkan pada kemampuan personel dalam hal intelegensi, fisik, dan mental pantang menyerah saat menghadapi medan, cuaca, dan kekuatan musuh sesuai semboyan Kopaska "tan hana wighna tan sirna" yang berarti tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi.



Pada latihan tersebut setiap prajurit Kopaska diuji kemampuannya dalam bernavigasi baik di laut maupun di darat, improvisasi dalam penggunaan bahan peledak, berkomunikasi dengan radio "crypto", dan penanganan darurat korban pertempuran termasuk penanganan terhadap tawanan, serta mampu melakukan pertempuran dalam tim kecil dengan daya hancur yang besar. Tugas dan berbagai kemampuan inilah yang harus dikuasai oleh setiap personel Kopaska TNI AL.



Kopaska sudah terbiasa dalam mengemban tugas-tugas operasi rahasia seperti operasi amfibi dan operasi khusus serta dukungan-dukungan lain guna memperlancar berbagai operasi yang dijalankan TNI Angkatan Laut.



Seorang prajurit Kopaska sadar akan setiap risiko yang harus dihadapi dan untuk apa negara memerlukan mereka. Dengan segala kemampuan, keunikan, dan kekhasannya mereka dengan ikhlas akan mempertahankan Merah Putih sampai tetes darah terakhir.



Foto dan teks : Zabur Karuru

Editor : R Rekotomo

Pewarta: Zabur_karuru | Editor:

Disiarkan: 25/02/2023 11:15