Merawat bangsa dengan misi kesehatan di daerah 3T
Kapal tongkang seluas 900 meter persegi berbobot 726 gross ton dengan logo palang merah terpampang besar di luar pintu masuknya telah tertambat di ujung dermaga di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Petugas medis dengan sigap menyambut warga yang datang untuk melayani pendaftaran dan pemeriksaan awal kesehatan sebelum dilakukan tindakan lanjutan di Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II itu.
Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II merupakan kolaborasi Yayasan Dokter Peduli (DoctorShare) yang merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) yang beroperasi selama dua bulan atau 60 hari, sebelum berlanjut ke daerah yang lain.
Program tersebut menyasar masyarakat yang tinggal di sembilan desa atau kelurahan Distrik Waigeo Utara dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Raja Ampat.
Seorang pasien asal Waigeo Utara, Naniel Napa, menuturkan bahwa sebelumnya ia biasa berobat di puskesmas setempat atau menuju rumah sakit di Waisai maupun Sorong. Dengan hadirnya RSK Nusa Waluya II, Naniel bersama ratusan warga lainnya merasa bersyukur karena dapat memperoleh layanan kesehatan gratis dengan pelayanan yang baik serta akses yang lebih mudah.
RSK tersebut memiliki dokter spesialis dari kalangan relawan dari dokter obgyn hingga dokter penyakit dalam. Para relawan dokter spesialis di sini memiliki pola pergantian setiap seminggu sekali dengan relawan dokter spesialis di luar RSK. Meski demikian, DoctorShare tetap memperhatikan kesiagaan dokter spesialis di tiap sektornya setiap saat.
Tutuk Utomo yang merupakan direktur pelaksana dari yayasan tersebut menjelaskan bahwa saat ini RSK Nusa Waluya II memiliki 35 tenaga medis yang terdiri atas dokter umum, perawat, analis laboratorium, apoteker, bidan, radiografer dan tenaga administrasi.
Dari segi fasilitas, RSK Nusa Waluya II juga memiliki ruang rawat inap dengan kapasitas 21 tempat tidur, ruang nifas, ruang bersalin, ruang operasi, instalasi gawat darurat, poli gigi, poli umum, poli spesialis, apotek, laboratorium, radiologi dan fasilitas bank darah.
Pelayanan kesehatan RSK Nusa Waluya II di wilayah 3T menjadi wujud peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga mereka dapat memperoleh fasilitas pengobatan yang berkualitas dan mudah dijangkau, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang meliputi hak setiap orang atas akses kesehatan serta pelayanan yang aman dan bermutu.
Foto dan Teks: Indrianto Eko Suwarso
Editor : Nyoman Budhiana
Pewarta: Indrianto Eko Suwarso | Editor:
Disiarkan: 11/01/2026 18:56