Menempa benteng pertahanan kedua Indonesia
“Komcad ASN… Ewako!”. Teriakan pembakar semangat keluar serentak dari mulut para peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Di lapangan latihan, suara derap langkah menggantikan suara ketikan komputer sebagai rutinitas harian para ASN peserta Latsarmil Komcad. Selama satu setengah bulan sebanyak 500 ASN Pemprov Sulsel meninggalkan rutinitas perkantoran dan menjalani kegiatan penuh kedisiplinan di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa, Sulsel.
Program yang diinisiasi Kementerian Pertahanan dan Pemprov Sulsel tersebut menjadi percontohan nasional untuk pembentukan prajurit Komcad unsur ASN pertama di Indonesia. Harapannya, program ini bisa menguatkan jiwa patriotisme, disiplin, loyalitas, dan akuntabilitas ASN dalam mendukung Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Setiap hari para ASN melaksanakan gerakan dasar militer, latihan baris-berbaris, hingga simulasi situasi darurat. Seluruh instruksi mereka jalani dengan kesadaran yakni peran mereka dapat berubah kapan saja. Dari melayani masyarakat di balik meja pelayanan menjadi bagian dari unsur pertahanan negara.
Salah satu peserta yang merupakan ASN Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemprov Sulsel, Andi Dhiemas. Dia menilai Latsarmil ini sangat berarti bagi dirinya. Materi-materi seperti kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga penggunaan senjata dan taktik tempur telah membentuk dirinya menjadi lebih baik.
Sementara itu, peserta lainnya yang merupakan ASN Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel M. Jafar mengatakan momen paling berharga selama mengikuti Latsarmil bukan hanya kebersamaan dengan rekan seperjuangan di barak maupun lapangan latihan, tetapi juga saat sesi kunjungan keluarga. Di tengah rutinitas latihan yang padat dan disiplin yang ketat, pertemuan singkat dengan keluarga menjadi ruang emosional yang menguatkan semangatnya untuk terus bertahan.
“Selama Latsarmil ini, saya hanya dua kali dikunjungi keluarga, ya kangen rasanya dan menjadi penyemangat,” kata Jafar.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik seragam loreng dan latihan keras yang dijalani, para siswa Latsarmil Komcad ASN tetaplah manusia dengan kerinduan dan tanggung jawab personal. Dukungan keluarga menjadi energi tambahan bagi mereka untuk menyelesaikan seluruh rangkaian latihan hingga tuntas.
Suasana latihan memperlihatkan bahwa garis pertahanan tidak selalu dibentuk di medan perang, tetapi juga melalui proses panjang yang sunyi dan disiplin. Kesiapan, kekompakan, dan komitmen ditempa melalui rutinitas latihan yang keras namun penuh makna. Para ASN tersebut tidak hanya dipersiapkan sebagai pelayan publik, tetapi juga sebagai warga negara yang memiliki kesadaran bela negara.
Program pembentukan Komcad tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan pertahanan negara, pembangunan karakter bangsa, serta peningkatan kesiapsiagaan nasional melalui keterlibatan sumber daya manusia nasional dalam sistem pertahanan negara.
Dasar hukum pembentukan Komcad merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN). Dalam regulasi tersebut, Komcad merupakan bagian dari sumber daya nasional yang dipersiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen utama pertahanan negara.
Foto dan Teks: Aprillio Akbar
Editor: Yusran Uccang
Pewarta: Aprillio Akbar | Editor:
Disiarkan: 24/05/2026 15:23