Memahami selera anak-anak dalam program MBG
Setiap pagi, aroma masakan menyeruak dan menggelitik indera penciuman dari sebuah dapur besar di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Asap mengepul dari dalam panci-panci besar yang berderet di atas kompor menyala, sementara para petugas dengan sigap mengaduk sayur, menggoreng lauk, dan menyiapkan ribuan porsi makanan.
Inilah denyut aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Mandiri Nastiti Harapan Mulya atau yang lebih dikenal sebagai SPPG Bener, salah satu penggerak utama program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun demikian, dapur ini bukan hanya sekadar tempat memasak makanan bergizi. Di balik hiruk-pikuknya, ada semangat untuk mendengarkan dan memahami selera anak-anak penerima manfaat.
“Di SPPG ini para penerima manfaat bisa mengajukan permintaan menu yang diinginkan, namun tetap memenuhi kecukupan gizi,” ujar Kepala SPPG Bener Adi Chandra Prasetyo.
Upaya mendengarkan masukan dari siswa dan siswi penerima manfaat tersebut menjadi sesuatu yang istimewa dari dapur ini. Bukan hanya karena makanannya lezat dan bergizi, tetapi juga karena mereka merasa didengar. Setiap anak boleh mengajukan permintaan menu yang diinginkan asal tetap memenuhi standar angka kecukupan gizi (AKG).
Salah satu penerima manfaat, Naufal Fallad, pelajar kelas X SMP Negeri 19 Purworejo, mengaku sangat menikmati sajian MBG yang disiapkan SPPG Bener.
“Menunya selalu ganti-ganti, jadi enggak bosan. Saya pernah pesan ayam geprek, dan ternyata dikabulkan sama dapurnya. Rasanya enak,” ujarnya sambil tersenyum.
SPPG Bener setiap hari memproduksi menu berdasarkan permintaan dari para pelajar. Tujuannya sederhana, agar anak-anak tidak jenuh dan tetap bersemangat menyantap makanan bergizi.
Konsep menu permintaan ini membuat suasana dapur terasa lebih hidup. Di satu sisi, tim gizi tetap disiplin menjaga standar kesehatan pangan, di sisi lain, mereka membuka ruang partisipasi bagi anak-anak agar merasa terlibat.
Hasilnya, makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menggugah selera dan menumbuhkan kebahagiaan sederhana di wajah para pelajar.
SPPG Bener menjadi contoh bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar program pemerintah, melainkan juga gerakan sosial yang menumbuhkan empati dan kepedulian.
“Melalui pemenuhan gizi anak-anak ini, kami ingin ikut berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutur Adi.
Dari dapur di pelosok Desa Kaliboto itu, semangat membangun generasi sehat terus berdenyut dari setiap wajan yang beruap, dari setiap piring yang tersaji, menuju masa depan anak-anak Indonesia yang lebih kuat dan bergizi.
Foto dan Teks: Anis Efizudin
Editor: Widodo S Jusuf
Pewarta: Anis Efizudin | Editor:
Disiarkan: 22/06/2026 19:17